Tugas troubleshooting part 11

Pengertian

 CPU, singkatan dari Central Processing Unit adalah perangkat keras komputer yang berfungsi untuk menerima dan melaksanakan perintah dan data dari perangkat lunak. 

Troubleshoot
1. Processor baru tidak terdeteksi

Ketika booting pertama setelah pemasangan prosesor baru, ternyata BIOS menampilkan kecepatan prosesor yang tidak sesuai dengan angka default prosesor baru tersebut.

Solusi :

Periksa kembali CPU apakah sudah terinstal dengan lengkap atau benar. Jika tidak, instalasi ulang komponen-komponen CPU tersebut.

Periksa pengaturan pada motherboard, apakah jumper sudah terpasang dengan benar? Pelajari melalui buku manual.


2. RAM tidak terdeteksi

Komputer yang tidak mendeteksi RAM yang terpasang memiliki ciri-ciri antara lain
sebagai berikut :

- Pada saat komputer dihidupkan, terdapat bunyi yang tidak biasa dan terus-menerus,

- Komputer tidak dapat melakukan proses booting, dan layar tidak menunjukkan proses awal.

Untuk mengatasi masalah ini ikuti langkah-langkah berikut :

- Buka penutup CPCI.

- Lepaskan RAM dari soketnya.

- Bersihkan bagian bawah RAM (bagian berwama kuning/emas) denqan menggunakan kain/tisu.

- Kemudian gosok bagian bawah RAM tersebut dengan karet penghapus untuk membersihkan kotoran yang menempel pada RAM yang tidak bisa dibersihkan dengan kain.

- Setelah RAM bersih, bersihkan juga soket RAM yang ada dengan kain dan kuas.

- Pasang kembali RAM pada soketnya. Pastikan terpasang dengan benar dan kuat.

- Hidupkan komputer dan lihat perubahannya.

- Jika kesalahan masih terjadi, ganti soket RAM semula ke soket yang lain.

3. Troubleshooting Harddisk

Sistem tidak mengenali harddisk baru Solusi: Anda harus memasang dan mengonfigurasikan harddisk dengan benar. Harddisk bukan termasuk komponen yang sulit dalam proses pemasangan.

Langkah 1 :

Pastikan harddisk sudah mendapatkan catudaya dari PSU. Lupa memasang kabel catudaya bisa saja terjadi mengingat letak harddisk yang biasanya di bagian depan casing. Terkadang Anda menghubungkannya dengan cabang power dari fan yang tidak mendapatkan pasokan daya dari PSU. Hal ini bisa juga diakibatkan minimnya jumlah daya dari PSU.

Langkah 2 : 

Pastikan setting jumper untuk membuat harddisk menjadi master atau slave sudah tepat. Atau jika Anda ingin memanfaatkan konfigurasi pada cable select, pastikan menggunakan konfigurasi tersebut pada kedua harddisk, yaitu harddisk lama dan yang baru.

Langkah 3 :

Jika Anda ingin memanfaatkan konfigurasi cable select, perhatikan pemasangan kabel IDE pada harddisk. Beberapa kabel terbaru sudah memberikan tanda khusus untuk membantu menentukan konektor mana yang akan dianggap sebagai master, dan konektor mana yang dianggap sebagai slave. Jika tidak ter-sedia, cara paling mudah adalah dengan aturan dasar berikut: Konektor yang terletak di ujung diperuntukkan sebagai master, se-dangkan konektor yang di tengah, akan dianggap sebagai slave.

Langkah 4 :

Jika semua langkah di atas belum menyelesaikan masalah, maka cek setting BIOS. Pada pilihan utama Integrated Peripheral, biasanya terdapat pilihan IDE controller. Di sini juga terdapat pilihan untuk setting controller harddisk SATA. Anda dapat mengaktifkannya jika mengalami masalah serupa saat me-nambahkan harddisk SATA.

Komentar