1. Pengertian Troubleshooting dan Sistem Operasi
Troubleshooting, adalah sebuah istilah dalam bahasa Inggris, yang merujuk kepada sebuah bentuk penyelesaian sebuah masalah. Troubleshooting merupakan pencarian sumber masalah secara sistematis sehingga masalah tersebut dapat diselesaikan.
Sistem operasi komputer adalah program perangkat lunak atau software yang diperlukan untuk mengelola dan mengoperasikan perangkat komputasi seperti komputer, smartphone, atau tablet. Sistem operasi berguna untuk menghubungkan perangkat lunak (software) dengan perangkat keras (hardware).
2. Trouble Yang Umum Terjadi Pada Windows
1. Kerusakan pada registry system anda.
Registry ini berfungsin menampilkan informasi serta konfigurasi antara hardware dan software pada komputer anda. Terlalu banyak sering gonta ganti software, install dan uninstall software atau driver sering meninggalkan jejak pada registry. Jika registry system ada yang rusak atau hilang, biasanya pc anda akan sering hang atau sering terjadi crash pada sistem.
Solusi : Gunakan software untuk maintanance atau memperbaiki dan membersihkan registry pada system anda, seperti registry cleaner, registry defrag. Jadi anda tidak perlu membersihkan atau membereskannya secara manual. Jika permasalahan pada komputer anda masih berlanjut, maka kita telusuri penyebab kerusakan selanjutnya.
Tips: Bagi orang awam pada masalah sistem komputer, sebaiknya tidak mengotak-atik registri pada sistem windows anda secara manual. Merubah sendiri value atau isi registry harus dilakukan oleh orang yang mengerti tentang system registry pada komputer.
2. File berantakan dan tidak teratur rapi.
Begitu banyak file yang anda miliki namun tidak tersimpan rapi dalam harddisk anda, akan bisa menjadi penyebab komputer anda sering crash atau hang. Kita sering memasukkan dan mengeluarkan data, namun tidak rajin membersihkannya atau menata susunannya. Sistem penempatan data yang tersimpan pada windows selalu pada memori yang sedang kosong.
Solusi: Gunakan utility dari windows yang dinamakan disk defragment. Atau anda juga bisa menggunakan software lainnya yang bertujuan sama, merapihkan penempatan data pada memory harddisk anda. Jika permasalah masih berlanjut, terlusuri lagi penyebab permasalahan selanjutnya.
Tips : Jangan terlalu sering melakukan defrag, cukup lakukan defrag pada saat komputer anda sudah mulai lambat atau pada saat diperlukan saja.
3. Terkena virus/malware.
Pastikan komputer anda punya sistem keamanan dari bahaya virus dan malware. Selalu gunakan antivirus dan anti malware, spyware, pada komputer anda. Virus sering bekerja untuk merusak sistem dan data pada komputer, ini merupakan ancaman serius. Tak heran jika terjadi kerusakan karena adanya virus, maka kinerja komputer akan tidak karuan, registry, sistem dan data-data anda bisa rusak.
Solusi: Scan komputer anda dengan menggunakan anti virus dan antimalware yang anda install pada komputer. Sembuhkan penyakitnya dengan antivirus tersebut.
Tips: Jangan pernah meninggalkan kegiatan update database anti virus anda. Perkembangan jenis-jenis virus terus berkembang dari hari ke hari, maka pastikan anda memiliki software anti virus yang punya database virus paling baru. Jadi, update selalu antivirus pada komputer anda.
4. Kapasitas harddisk sudah terlalu penuh.
Coba cek berapa jumlah sistem dan data yang tersimpan pada harddisk anda. Jika kapasitas harddisk sudah mendekati penuh, atau sudah terlalu banyak data, makan tidak menutup kemungkinan sistem komputer anda bekerja lebih berat dan akan menyebabkan kelambatan pada kinerja komputer anda.
Solusi: Cek data-data anda, yang tidak penting sebaiknya di hapus saja, agar beban harddisk tidak terlalu berat. Bersihkan harddisk anda dari sampah-sampahnya juga. Anda bisa gunakan software seperti CC Cleaner atau yang lainnya untuk membersihkan sistem anda dari sampah-sampah data, dan sampah-sampah bekas anda bekerja, dan bekas anda melakukan browsing atau online.
Tips: Biasakan menempatkan data-data anda di drive terpisah dari drive sistem anda. Sisakan free space pada sistem anda setidak-tidaknya 25% dari kapasitas drive sistem anda. Jadi jangan sampai terlalu penuh. Harddisk butuh ruang untuk bernafas dan bekerja. Jangan terlalu penuh.
5. Suhu komputer terlalu panas (Overheat)
Coba lihat kebersihan CPU anda. Jika terdapat debu yang terlalu tebal pada kipas atau prosesor anda, itu dapat menyebabkan suhu pada komputer anda meningkat. Debu-debu itu bisa menghalangi sirkulasi udara di dalam komputer anda. Hal ini akan membuat komputer dan prosesor anda cepat panas, dan akhirnya membuat kerja komputer anda menjadi lambat dan sering hang karena suhunya sudah terlalu panas. Hal ini pun dapat menyebabkan hardware anda rusak.
Solusi: Bersihkan CPU anda dengan alat-alat pembersih yang aman dan lembut, terutama kipas prosesor. Cek kecepatan kipas-kipas yang ada. Jika kipas-kipas anda sudah bekerja lambat, ada baiknya segera ganti kipas-kipas anda dengan yang baru.
Tips: gunakan alat pembersih seperti penyemprot angin yang kecil, kuas yang berbulu lembut. Jangan gunakan cairan apapun untuk menghindari konslet pada mainboard anda. Rapihkan juga susunan kabel-kabel yang ada di dalam cpu anda.
Anda bisa menggunakan software-software perawatan pada sistem anda seperti Tune Up Utilities, Advance system cleaner, Ashampoo Win Optimizer, atau software mantainance lainnya. Dalam satu software itu biasanya disediakan berbagai keperluan seperti registry fix, registry defrag, membersihkan hard disk, membersihkan sampah, dan perbaikan-perbaikan dalam keperluan optimasi windows anda lainnya dalam satu paket program
3. Cara Menghadapi Windows 10 Yang Lambat
1. Matikan Program yang Tidak Perlu
Kamu harus mematikan program yang tidak diinginkan. Ada begitu banyak program yang berjalan di layar belakang dan menggunakan sebagian dari sumber daya.
Inilah yang bisa menyebabkan Windows menjadi lambat. Apalagi jika program yang berjalan di background cukup banyak jumlahnya.
Untuk menonaktifkan program yang tidak perlu, berikut caranya:
- Tekan dan tahan tombol CTRL, SHIFT, dan Esc untuk membuka task manager.
- Klik tab Startup.
- Sekarang lihat program yang ada di sana. Pilih salah satunya yang tidak kamu gunakan secara regular dan tekan Disable. Ikuti cara ini untuk tiap program yang kamu lihat di daftar.
2. Cek Drivers
Metode ini dilakukan untuk pengguna yang perangkatnya nge-lag setelah pembaruan Windows 10. Pada dasarnya, sistem operasi itu menyukai driver generiknya sendiri daripada driver pihak ketiga.
Artinya ada kemungkinan Windows 10 akan mengganti drivers lama saat menginstal pembaruan. Selain itu ada juga kemungkinan drivers kamu kemungkinan sudah jadul dan mungkin akan membuatnya lambat.
Untuk mengecek driver di komputer, simak caranya berikut:
- Tekan Windows dan tekan R
- Ketik devmgmt.msc dan tekan Enter.
- Sekarang cek driver penting khususnya Display Driver. Klik dua kali pada Display Adaptors dan double klik lagi pada tampilan perangkat juga.
- Klik tab Driver.
- Lihat informasi yang dihadirkan, jika driver provider berganti artinya perangkat lambat karena pergantian driver. Tinggal klik tombol Uninstall dan ikuti instruksi yang ada di layar. Setelah tidak terpandang lagi, maka kamu bisa mengunduh dan memasang driver pihak ketiga atau kembali ke sebelumnya.
Jika masalah belum selesai juga, maka bisa memperbarui driver. Masuk ke website manufaktur dan lihat versi driver terakhir. Jika menemukan updated driver lalu download driver file, ikuti langkah ini:
- Tahan Windows dan tekan R
- Ketik devmgmt.msc dan tekan Enter
- Klik dua kali pada kategori perangkat yang ditemukan pada driver terakhir. Setelah menemukannya klik Display Adaptors.
- Klik kanan perangkat dan klik Update Driver Software.
- Pilih Browse my computer dor driver software.
- Klik Browse dan navigasikan ke lokasi dimana driver terunduh, pilih driver dan klik Open.
- Klik Next dan ikuti instruksi tambahan pada layar.
3. Scan Virus
Ada kalanya Windows lambat karena virus, bersama dengan malware biasanya meng-install program di komputer. Program akan berjalan di latar belakang.
Program itu menggunakan sumber daya komputer dan internet, khususnya jika mengirimkan informasi penting kembali pada penjahat.
Kamu harus membuka program antivirus dan melakukan pemindaian pada sistem. Jangan lakukan scan cepat sebab itu tidak begitu efisien seperti pemindaian yang mendalam.
4. Fragmentasi
Sebagai catatan, jika memiliki SSD lewati saja cara ini. Sebab tidak ada gunanya untuk melakukan defragmentasi SSD.
Fragmentasi merupakan file dalam drive terfragmentasi di hard drive. Ini artinya bagian dari file tersebar berjauhan di hard drive. Ini akan memperlambat PC karena harus mengumpulkan bagian file dari seluruh Hard Disk.
Ini cara untuk melakukan defragmentasi, namun dengan catatan akan memakan waktu yang lama dan pastikan kamu tidak akan melakukan hal lain pada komputer:
- Tahan Windows dan tekan R.
- Ketik dfrgui dan tekan Enter.
- Pilih drive yang ingin didefragmentasi dan klik Analyze. Ini akan menunjukkan status drive dan sebanyak apa drive difragmentasi. Kamu harus melakukan defragmentasi jika drive lebih dari 10% terfragmentasi. Namun tidak ada kesulitan untuk melakukan defragmentasi meski drive tidak terfragmentasi hingga 10%.
Saat analisis sudah selesai, kamu akan melihat status fragmentasi pada drive. Jika drive yang dipilih telah sangat terfragmentasi, pilih drive dan klik Optimize. Maka akan mulai proses defragmentasi.
5. RAM
Terkadang masalahnya hanya karena kapasitas komputer. Sistem akan melambat jika komputer tidak memiliki RAM cukup untuk bekerja. Bahkan jika komputer kamu tidak lambat, direkomendasikan untuk memiliki ruang yang cukup pada RAM yang bisa didukung PC.
Kamu bisa mengupgrade RAM untuk memecahkan masalah jika itu alasan komputer nge-lag. Program seperti antivirus memakan banyak sumber daya. Memiliki RAM yang cukup akan memastikan sistem berjalan cukup cepat dengan antivirus yang diaktifkan.
Jadi buka website manufaktur komputer dan lihat model komputer yang dimiliki. Cek melihat seberapa banyak RAM yang dimiliki dan berapa banyak yang akan didukung. Jika kamu punya space dan uang maka upgrade RAM.
KESIMPULAN
Troubleshooting merupakan cara menyelesaikan masalah pada sistem komputer atau piranti teknologi lain menggunakan metode yang sistematik. Teknik dalam Troubleshooting Terdapat dua macam teknik dalam mendeteksi permasalahan dalam komputer, yaitu teknik Forward dan teknik Backward.
Pada umumnya troubleshooting komputer dibagi menjadi dua jenis yaitu hardware troubleshooting dan software troubleshooting. Troubleshooting hardware biasanya ditandai dengan monitor yang mati, komputer yang tidak mampu menyala dan banyak lagi contohnya. Sedangkan software troubleshooting ditandai dengan kinerja komputer yang lambat dan lain – lain. Dan juga tidak menutup kemungkinan gejala – gejala yang ditimbulkan oleh software seperti lambatnya kinerja komputer juga bisa dikarenakan permasalahan dari hardware komputer tersebut.
Dalam menganalisa troubleshooting memiliki beberapa analisa yaitu : analisa pengukuran, analisa suara, dan analisa tampilan.
Wassalamu'alaikum Wr. Wb
Komentar