PENGAMANAN JARINGAN KOMPUTER (7)
M.Setiawan 2020310004
1. Pengertian Pengamanan Jaringan Komputer
2. Jenis Gangguan Keamanan Jaringan
Ada beberapa jenis gangguan keamanan jaringan yang perlu anda ketahui :
- -Hacking: perusakan pada infrastruktur jaringan komputer yang sudah ada.
- -Carding: pencurian data terhadap identitas perbankan seseorang.
- -Deface: perubahan terhadap bentuk atau tampilan website.
- -Physing: pemalsuan data resmi.
-Keamanan hardware
- Terjadi gangguan pada Kabel
- Kerusakan harddisk
- Konsleting
- Akses bukan pengguna
- Data tak tersalur dengan baik
- Koneksi tak terdeteksi
- DoS Attack (Denial Of Service Attack)DoS adalah jenis serangan terhadap sebuah komputer atau server di dalam jaringan internet dengan cara menghabiskan sumber (resource) yang dimiliki oleh komputer tersebut sampai komputer tersebut tidak dapat menjalankan fungsinya dengan benar sehingga secara tidak langsung mencegah pengguna lain untuk memperoleh akses layanan dari komputer yang diserang tersebut.
- DDoS (Distributed Denial Of Service)DDoS (Distributed Denial of Service (Ddos)) adalah salah satu jenis serangan Denial of Service Attack yang menggunakan banyak host penyerang (baik itu menggunakan komputer yang didedikasikan untuk melakukan penyerangan atau komputer yang dipaksa menjadi zombie) untuk menyerang satu buah host target dalam sebuah jaringan.
- SQL injectionSQL injection adalah jenis aksi hacking pada keamanan komputer dimana seorang penyerang bisa mendapatkan akses ke Basis Data di dalam Sistem.
- Traffic FloodingTraffic Flooding adalah serangan terhadap keamanan jaringan dengan cara membanjiri traffic atau lalu lintas jaringan dengan banyak data sehingga lalu lintas jaringan yang datang dari pengguna yang terdaftar menjadi tidak dapat masuk ke dalam sistem jaringan.
- Request FloodingRequest Flooding adalah serangan terhadap keamanan jaringan dengan cara membanjiri jaringan melalui banyak request terhadap sebuah layanan jaringan yang disedakan oleh sebuah host sehingga request yang datang dari pengguna terdaftar tidak dapat dilayani oleh layanan tersebut.
- DefaceDeface adalah serangan pada perubahan tampilan dengan cara mengganti atau menyisipkan file pada server, cara ini dapat dilakukan karena terdapat celah pada sistem security yang ada di dalam sebuah jaringan.
- Social EngineeringSocial Engineering yaitu serangan pada sisi sosial dengan memanfaatkan kepercayaan pengguna. Hal ini seperti fake login hingga memanfaatkan kelemahan pengguna dalam socialmedia.
- Malicious CodeMalicious Code adalah serangan dengan menggunakan kode berbahaya dengan menyisipkan virus, worm atau Trojan Horse
- Virus: Program merusak yang mereplikasi dirinya pada boot sector atau dokumen.
- Worm: Virus yang mereplikasi diri tidak merubah fle tapi ada di memory aktif.
- Trojan Horse: Program yang sepertinya bermanfaat padahal tidak karena uploaded hidden program dan script perintah yang membuat sistem rentan gangguan.
- SpoofingSpoofing yaitu memalsukan alamat web dengan membuat web yang identik dengan web aslinya untuk mendapatkan username dan password.
- CrackerCracker yaitu orang atau sekumpuan orang yang mempelajari sistem secara diam-diam dengan maksud menyerang atau merusak sistem tersebut.
- Port ScanningPort Scanning yaitu mencoba-coba mencari tahu port atau layanan yang tersedia di server
- Packet SnifferPacket Sniffer adalah serangan dengan menangkap paket yang lewat dalam sebuah Jaringan.
- PhisingPhising adalah suatu metode untuk melakukan penipuan dengan mengelabui target dengan maksud untuk mencuri akun target. Istilah ini berasal dari kata “fishing” = “memancing” korban untuk terperangkap dijebakannya. Phising bisa dikatakan mencuri informasi penting dengan mengambil alih akun korban untuk maksud tertentu.
Gunakan enkripsi pada akses nirkabel
Sudah dilakukan survey bahwa lebih dari setengah jaringan nirkabel saat ini terbuka lebar tanpa adanya pengamanan. Kasus seperti ini bisa dimanfaatkan oleh semua siapa saja yang ingin melihat lalu lintas data dan informasi sensitive. Salah satu enkripsi yang banyak digunakan saat ini adalah menggunakan enkripsi WPA2 yang sudah terjamin keamanannya.
Ganti alamat SSID
Jika Anda menamai router jaringan, usahakan jangan menggunakan nama SSID yang menunjukan lokasi atau kepemilikian bisnis.
Matikan fitur antarmuka router
Matikan akses untuk manajemen router agar tidak bisa diakses dari luar. Jika ada yang bisa masuk ke dashboard router ini, penyusup akan dengan mudah membaca file log yang ada pada router, untuk amannya matikan saja fitur ini.
Gunakan antivirus
Pastikan semua Komputer Anda sudah menggunakan antivirus yang ter-update, karena ada banyak malware komputer yang menyebar tanpa bisa Anda ketahui.
Lakukan backup
Mulai backup file-file penting yang ada pada Komputer Anda. Untuk hasil backup bisa Anda simpan pada hardisk eksternal atau disimpan di cloud agar lebih amannya.
Komentar
Posting Komentar