M.Setiawan 2020310004
ENKRIPSI DAN DESKRIPSI


Chapter 3: Enkripsi Dan Deskripsi



  • Apa Itu Kriptografi ?

  • Beberapa Istilah Dari Kriptografi

  • Prinsip - Prinsip Yang Mendasari Kriptografi

  • Macam - Macam Jenis Algoritma Kriptografi

  • Macam - Macam Jenis Algoritma Kriptografi Klasik



1. Kriptografi

Kriptografi adalah ilmu yang mempelajari tentang enkripsi, atau penyandian data sehingga data atau pesan tetap aman saat dikirimkan, dan diterima penerima. Kriptografi berasal dari kata cryptography yang diadopsi dari bahasa Yunani untuk merujuk kepada “secret-writing”. Praktisi yang menggunakannya sering disebut dengan kriptografer (cryptographer).

Kriptografi melakukan 2 hal yaitu :

A. Enkripsi

Enkripsi adalah proses merubah informasi yang dikirimkan menjadi sandi, atau bentuk yang tidak dapat dikenali lagi, dengan menggunakan algoritma tertentu

B. Deskripsi

Deskripsi adalah kebalikan darienkripsi, yaitu merubah kembali sandi menjadi informasi awal yang dikirimkan


2. Beberapa Istilah Dari Kriptografi

Plaintext (M) : Data asli atau pesan yang akan dikirimkan

Cliphertext (C) : Pesan yang sudah terenkripsi atau diubah

Enkripsi (Fungsi E) : Proses pengubahan plaintext menjadi ciphertext

Deskripsi (Funsi D) : Kebalikan dari enkripsi

Key/kunci : Suatu bilangan yang dirahasiakan


3. Prinsip Yang Mendasari Kriptografi 

- Confidentiality

- Integrity

- Availability

- Authentication

- Non-Repundiation


4. Macam - Macam Jenis Algoritma Kriptografi

Algoritma Kriptografi terbagi menjadi 2, yaitu berdasarkan jenis kunci, dan besar data. Jika menurut jenis kunci, adalah :

- Algoritma Simetris

Algoritma simetris adalah suatu algoritma dimana kunci enkripsi yang digunakan sama dengan kunci deskripsi

Kelebihannya:

Kecepatan operasi lebih tinggi bila dibandingkan, dengan algoritma asimetrik, karena kecepatannya yang tinggi

Kelemahan :

Untuk tiap pengiriman pesan kepada pengguna yang berbeda maka dibutuhkan kunci yang berbeda juga


- Algoritma Asimetris

Algoritma asimetris ini adalah algoritma dimana kunci enkripsi yang digunakan tidak sama dengan kunci deskripsi, kunci publik disebar oleh pengguna, dan kunci privasi tidak

Kelebihannya :

Masalah keamanan dapat lebih baik, karena jumlah kunci yang sedikit

Kekurangannya :

Kecepatan yang lebih rendah, dan juga kunci yang digunakan lebih panjang dari algoritma simetris


Algoritma Kriptografi Menurut Besar Data :

- Block Cipher

Algoritma ini bekerja pada suatu data yang berbentuk blok/kelompok data dengan panjang data tertentu dalam beberapa byte, sebagai contoh text “For the Alliance” jika di ubah menjadi binary akan menjadi : 01000110  01101111  01110010  00100000  01110100  01101000  01100101  00100000  01000001  01101100  01101100  01101001  01100001  01101110  01100011  01100101


- Stream Cipher

Stream cipher mengenkripsi data dalam stream pseudorandom(PRNG) yang panjang PRNG merupakan algoritma yang digunakan untuk menghasilkan beberapa bilangan dengan acak, contoh text “For the Horde!” jika diubah dalam bentuk biner menjadi : 01000110  01101111  01110010  00100000  01110100  01101000  01100101  00100000  01001000  01101111  01110010  01100100  01100101  00100001


5. Macam - Macam Jenis Algoritma Kriptografi Klasik

- Cipher Transposisi (Transpotion ciphers)

Cipher ini adalah salah satu jenis teknik pengenkripsian pesan dengan cara mengubah urutan huruf-huruf yang ada di dalam plainteks menjadi cipherteks dengan cara tertentu, contohnya huruf A T T A C K A T D A W N dapat menjadi D C K A A W N A T A T T


- Cipher Substitusi (Substitution Ciphers)

Prinsip utama cipher substitusi adalah menukarkan setiap huruf pada plainteks dengan sesuatu. 

A. Monoalfabet : setiap karakter chipertext menggantikan satu macam karakter plaintext

B. Polyalfabet : setiap karakter chipertext menggantikan lebih dari satu macam karakter plaintext

C. Monograf /unilateral: satu enkripsi dilakukan terhadap satu karakter plaintext

D. Polygraf /multilateral: satu enkripsi dilakukan terhadap lebih dari satu karakter plaintext


- Cipher Substitusi - Vigènere Cipher

Vigènere Cipher menggunakan Bujursangkar Vigènere untuk melakukan enkripsi. Setiap baris di dalam bujursangkar menyatakan huruf-huruf cipherteks yang diperoleh dengan Caesar Cipher.

Contoh penerapan Vigènere Cipher : 
Plainteks : THIS PLAINTEXT
Kunci : sony sonysonys
Cipherteks : LVVQ HZNGFHRVL

Jika panjang kunci lebih pendek daripada panjang plainteks, maka kunci diulang secara periodik. Dalam hal ini Kunci “sony” diulang sebanyak panjang plaintext-nya
Pada dasarnya, setiap enkripsi huruf adalah Caesar cipher dengan kunci yang berbeda-beda.


- Cipher Substitusi - Caesar Cipher

Monoalfabet : setiap karakter ciphertext menggantikan 1 karakter plaintext

Plyalfabet : setiap karakter ciphertext menggantikan lebih dari 1 karakter plaintext

Monograf /unilateral: 1 enkripsi dilakukan terhadap 1 karakter plaintext

Polygraf /multilateral: 1 enkripsi dilakukan terhadap lebih dari 1 karakter plaintext 

Tiap huruf alfabet digeser 3 huruf ke kanan 

pi : A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z 

ci : D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z A B C

Contoh: 

Plainteks:  AWASI ASTERIX DAN TEMANNYA OBELIX

Cipherteks:  DZDVL DVWHULA GDQ WHPDQQBA REHOLA


- Cipher Transposisi

Cipher Transposisi Adalah Cipherteks yang diperoleh dengan mengubah posisi huruf di dalam plainteks. Dengan kata lain, algoritma ini melakukan transpose terhadap rangkaian huruf di dalam plainteks.Nama lain untuk metode ini adalah permutasi, karena transpose setiap karakter di dalam teks sama dengan mempermutasikan karakter-karakter tersebut.

Komentar